Di sebuah desa miskin di pesisir Sumatera Barat, hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah bersama anaknya, Malin Kundang.
Malin Kundang bertekad pergi merantau untuk mengubah nasib keluarganya yang miskin.
Dengan berat hati, ibunya melepas kepergian Malin dengan harapan suatu hari ia akan kembali membawa kebahagiaan.
Di tanah rantau, Malin bekerja keras dan akhirnya menjadi pedagang yang kaya raya.
Ia menikah dengan gadis bangsawan dan hidup mewah, namun mulai malu dengan asal-usulnya yang miskin.
Setelah bertahun-tahun, Malin kembali ke kampung halamannya dengan kapal besar dan kekayaan melimpah.
Ibunya yang sudah tua dan renta berlari memeluk anaknya dengan penuh kegembiraan.
Namun Malin malu dengan ibunya yang lusuh dan miskin, ia menyangkal sebagai anaknya di hadapan istrinya.
Hati ibunya hancur dan ia mengutuk Malin agar menjadi batu. Tiba-tiba badai besar datang dan Malin beserta kapalnya berubah menjadi batu.
Diskusi & Komentar
Bagikan Pendapat Anda
Anda harus login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.
Login untuk BerkomentarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!